Tampilkan postingan dengan label Pengaruh Musik Elektronik Bagi Otak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengaruh Musik Elektronik Bagi Otak. Tampilkan semua postingan

Minggu, 05 Agustus 2018

Pengaruh Musik Terhadap Kesehatan


Pengaruh Musik Terhadap Kesehatan : Musik merupakan seni yang melukiskan pemikiran dan perasaan manusia lewat keindahan suara. Sebagaimana manusia menggunakan kata-kata untuk mentransfer suatu konsep, ia juga menggunakan komposisi suara untuk mengungkapkan perasaan batinnya. Seperti halnya ragam seni lain, musik merupakan refleksi perasaan suatu individu atau masyarakat. Musik merupakan hasil dari cipta dan rasa manusia atas kehidupan dan dunianya.

Di masa lalu, musik juga memiliki peran yang sangat penting di mata masyarakat primitif. Mereka percaya, musik bisa mencegah datangnya bencana atau kejadian buruk lain. Sejarah penggunaan musik sebagai media penenang psikologi manusia telah dirintis sejak masa filosof Yunani kuno, Plato dan Aristoteles. Di Iran dan dipelbagai literatur kuno soal musik, pengaruh musik terhadap jiwa manusia telah dibahas secara khusus. Selama berabad-abad yang lalum, bangsa Iran memanfaatkan terapi musik sebagai metode penyembuhan dan menjadikannya sebagai faktor yang bisa menjaga kesehatan jiwa. Masalah itu bisa kita temukan dalam buku Behjatul Arwah karya Safiyuddin Armavi.

Bukti lainnya yang menunjukkan perhatian para musikus pada pengaruh musik terhadap jiwa manusia bisa kita lihat dalam tabel yang biasa digunakan dalam musik tradisional Iran. Dalam tabel itu, setiap jenis suara dan nada dipetakan dalam pelbagai klasifikasi. Sebagai misal, tabel itu menjelaskan jenis alat musik seperti apa yang sesuai dengan kondisi ketika matahari terbit. Begitu juga ketika siang hari, jenis musik apa yang cocok untuk disimak. Menurut tabel itu, alat musik nava, sejenis alat musik petik khas Persia, merupakan perangkat musik yang bagus digunakan ketika petang. Berikut ini Anda bisa simak bunyi alat musik nava. Musik merupakan ragam seni yang berpengaruh terhadap audiennya tanpa perantara konsep ataupun intepretasi.

Lewat efeknya yang ajaib, musik dapat membebaskan rasa manusia dari jeratan tekanan batin, rasa kesepian, panik, dan berbagai gangguan mental lainnya. Karena itu, kini di berbagai negara marak didirikan berbagai pusat-pusat penelitian maupun praktek terapi musik. Musik, sesuai dengan susunan interval dan ritmenya memiliki refleksi khusus yang bisa merangsang sel-sel saraf sehingga perasaan manusia bisa diperlemah, diperkuat ataupun dialihkan. Pengaruh itu bahkan telah dibuktikan secara ilmiah di sepanjang fase kehidupan manusia, mulai dari masa di embrio hingga masa senja. Bahkan bisa berpengaruh juga pada jenis mahluk hidup lainnya seperti tumbuhan.

Tidak hanya itu saja, musik terbukti berpengaruh pada sistem saraf sensorik-motorik, sistem saraf sadar, dan sel saraf lain. Hasil penelitian yang dilakukan Lembaga Aplikasi Musik di Iran mengenai fungsi terapan musik terhadap kesehatan fisik dan mental manusia menunjukkan bahwa terapi musik bisa menjadi metode penyembuhan baru pada gangguan mental di kalangan anak-anak cacat mental. Penelitian itu membuktikan, terapi musik bisa meningkatkan rasa percaya diri dan mengontrol tindakan hyperaktif di kalangan anak-anak cacat mental serta bisa menciptakan perubahan mental dan perilaku yang signifikan.
Dr. Ali Zadeh Muhammadi, seorang psikolog klinis yang sudah hampir 20 tahun melakukan penelitian dan praktek terapi musik. Menurutnya, selain jenis musik, alat musik juga punya peranan penting. Untuk langkah awal, sebaiknya menggunakan jenis alat musik ritmik seperti jenis instrument musik pukul. Dr Ali Zadeh berpendapat, anak-anak cacat mental tidak bisa diajari dengan alat-alat musik yang rumit semacam gitar. Tapi mesti dengan instrumen yang sederhana dan mudah dimainkan serta cepat menjalin hubungan. Ditambahkannya, musik di kalangan orang-orang tuna netra memiliki pengaruh yang sangat ajaib, khususnya terhadap daya pendengaran mereka, sehingga banyak berpengaruh positif terhadap kualitas hidupnnya. Seruling merupakan instrumen penting dalam terapi musik.

Selasa, 31 Juli 2018

Musik Sebagai Salah Satu Sumber Penghasilan


Musik Sebagai Salah Satu Sumber Penghasilan : Bagi beberapa orang musik tidak hanya sebagai bentuk dari kesenangan akan tetapi mereka juga menggunakan musik sebagai salah satu ladang bagi penghasilan mereka. Hal ini berlaku bagi para penulis lirik, pemain alat musik, penyanyi, musisi, DJ, dan lain sebagainya.

Sebagai media untuk menstimulasi janin dalam kandungan

Menurut guru besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia yang bernama Prof. Dr. Utami Munandar dalam seminar yang bertajuk “Pengaruh Mendengarkan Musik Klasik terhadap Janin dan Kehamilan“, menyatakan bahwa Mendengarkan musik klasik sebenarnya merupakan bagian dari beberapa stimulasi yang biasa diberikan oleh ibu hamil kepada janin yang ada dalam kandungannya. Musik akan merangsang perkembangan sel-sel otak pada janin, sehingga muncul anggapan bahwa perangsangan ini sangat penting karena masa tumbuh kembang otak yang paling pesat terjadi sejak awal kehamilan hingga bayi berusia tiga tahun.

Salah satu jenis musik yang banyak dipergunakan untuk menstimulasi janin dalam kandungan adalah musik klasik, terutama karya-karya Mozart, karena jenis musik tersebut telah terbukti efektif dalam menstimulasi perkembangan otak belahan kanan pada janin. Dan apabila musik Mozart diperdengarkan pada anak sejak dini, maka dalam diri anak tersebut akan tumbuh jiwa kasih sayang. Selain itu, dengan mendengar alunan musik yang tenang, denyut jantung janin akan terasa lebih  tenang, bahkan, apabila genre musik tersebut terus diperdengarkan pasca kelahiran akan dapat memberikan pengaruh baik bagi bayi.

Kamis, 21 Juni 2018

Pengaruh Musik Elektronik Bagi Otak


Pengaruh Musik Elektronik Bagi Otak : Musik elektronik yang juga disebut electronic dance music (EDM) itu, kini tengah gandrung di kalangan kaum muda. Padahal, di kalangan media mainstream, EDM dianggap sebagai ‘kehancuran’ tren anak muda masa kini. EDM bisa dianalogikan sebagai musik rock’n’roll di era 80an, yang diberi label sebagai musik bagi para pemberontak.

Rave party sendiri dianggap negatif karena umumnya, para penikmat pesta musik itu lekat dengan penggunaan obat-obatan terlarang, seperti ekstasi dan LSD.

Tapi benarkah EDM yang memengaruhi para penikmatnya untuk mengonsumsi narkotika? Tentu saja tidak.

Melansir laman dancemusicnw.com, EDM hanyalah musik yang memayungi berbagai genre musik elektronik, termasuk tekno, house, trance, hardstyle, drum dan bass, dubstep, trap, Jersey club dan berbagai subgenre lainnya.

Seperti genre musik lain, EDM memang punya pengaruh pada kehidupan manusia. Secara umum, EDM memiliki ketukan irama yang cepat yang membangkitkan semangat.

Secara tidak sadar, tubuh memang merespon musik dengan melepas serotonin yang memengaruhi rasa bahagia. Selain itu, tubuh juga memproduksi dopamin, hormon yang membuat manusia merasa bersemangat. Di saat yang sama, otak akan melepas norefineprin, yang meningkatkan konsentrasi serta rasa euforia.

Semakin cepat irama musik, semakin banyak pula hormon yang dikeluarkan. Tidak heran bila EDM bisa memicu semangat untuk berdansa semalaman.

Di beberapa eksperimen, musik elektronik juga terbukti punya pengaruh dalam mengatasi gangguan mood, stres dan depresi. Banyak penelian menyebut musik merupakan terapi anti-depresan yang ampuh. Namun, jenis musik pelepas stres bagi setiap orang, tentu berbeda.