Jumat, 06 Juli 2018

Musik Membuat Anak Jadi Bisa Membaca Lebih Baik


Musik Membuat Anak Jadi Bisa Membaca Lebih Baik : Musik telah lama disebut-sebut sebagai respon emosional yang diilhami Tuhan kepada manusia. Sekolah menggabungkan kelas musik lebih awal karena dampak positifnya pada proses belajar. Selama beberapa generasi, bermain musik telah dikaitkan dengan kinerja tes IQ yang lebih baik, suasana hati dan tingkat konsentrasi yang lebih baik, dan keuntungan belajar di dalam kelas. Ilmuwan terus menemukan hubungan antara musik dan otak.

Salah satu aspek dari hubungan itu adalah "perbedaan neurofisiologis" - yaitu, respons otak terhadap suara tertentu. Belajar dan terlibat dalam musik dapat menyebabkan otak merespon suara orang yang mungkin hanya mendengar tanpa Anda disadari. Bagi anak-anak, jenis "perbedaan neurofisiologis" ini dapat meningkatkan kemampuan membaca, yang mengarah pada kinerja akademik yang lebih baik.

Sambil menghabiskan waktu mendengarkan musik yang hebat, secara aktif terlibat dalam musik seperti belajar memainkan alat musik atau bernyanyi dengan paduan suara secara dramatis meningkatkan manfaat bagi otak Anda. Sebuah studi oleh "Laboratorium Neuroscience Auditory" Northwestern University, menunjukkan bahwa bahkan; di antara mahasiswa musik yang terlibat, kehadiran yang lebih tinggi dan partisipasi kelas menyebabkan pemrosesan saraf yang lebih baik.

Implikasi dari penelitian ini dan lainnya sangat penting pada saat pendanaan seni dan pendidikan sering menjadi sumber perdebatan. Terlepas dari apa yang mungkin dikatakan oleh para pakar, pendidik dan keluarga dapat menangani masalah ini dengan tangan mereka sendiri dan mendukung anak-anak mereka dalam pelajaran musik. Dan bertentangan dengan kepercayaan lama bahwa musik klasik memberi lebih banyak manfaat daripada jenis musik lainnya, studi Northwestern University dan lainnya menunjukkan bahwa genre tidak terlalu penting. Jadi, apakah anak Anda lebih menyukai Bach, Bieber, atau Black Sabbath, semuanya baik untuk otak mereka.

Kamis, 05 Juli 2018

Era Digital Nggak Berpengaruh Buruk Bagi Industri Musik


Era Digital Nggak Berpengaruh Buruk Bagi Industri Musik : Dalam industri musik, teknologi digital kerap dikambinghitamkan karena membuka peluang pembajakan. Padahal, kondisinya tak melulu demikian.

Menurut pengamat musik Adib Hidayat, era digital turut membantu penyebaran musik menjadi lebih mudah dan membuka peluang musisi untuk memasarkan lebih luas.

"Sepuluh tahun terakhir [perkembangan musik] lagi bagus sekali, dalam arti banyak genre yang mengeluarkan nama-nama yang secara kualitas luar biasa. Penyebarannya lebih mudah, dengan adanya musik digital menyelamatkan hal itu," kata Adib di Jakarta, Selasa (11/7).

Adib menyebut prestasi yang baru diperoleh Neonomora sebagai contoh. Penyanyi tersebut berhasil membawa musiknya ke kancah internasional. Teknologi membantu banyak soal itu.

"Kayak Neonomora baru pulang dari London dan Amerika, mereka tur selama 40 hari di sana. Jadi kalau saya bilang, ragam genre yang ada punya juara-juaranya dan mereka punya fanbase yang luar biasa di seluruh wilayah," ujarnya lebih lanjut.

Sepakat dengan Adib, Andien sebagai musisi yang mengalami perkembangan musik sejak awal 2000 mengatakan bahwa era digital semakin membuka kesempatan musisi di mata dunia.

Neonomora tampil di mana-mana, juga berkat bantuan teknologi.Neonomora tampil di mana-mana, juga berkat bantuan teknologi. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono)

"Kalau saya pribadi, melihatnya dari dulu pertama kali punya album rekaman pakai pita sampai sekarang digital yang pasti Indonesia punya kesempatan di mata dunia. Dan anak-anak muda khususnya sangat kreatif, banyak dapat penghargaan dari mata dunia yang dipermudah digital," katanya.

Mondo Gascaro pun berpandangan, perkembangan musik 10 tahun terakhir cukup dinamis dan beragam. "Kalau era '90-an musik yang terekspos itu-itu aja, jarang terdengar musik lain. Sekarang sudah punya komunitasnya dan terekspos lebih baik, bahkan semua orang sudah bisa produksi sendiri," katanya.

Ia juga melihat pendengar musik pun mulai aktif. Hanya saja, itu masih perlu dibarengi dengan apresiasi. "Lebih terbuka akan lebih menyenangkan, dan lebih bisa untuk apreasiasi satu sama lain," ujarnya.

Senada dengan Mondo, pentolan Barasuara Iga Massardi juga berharap industri musik saat ini dapat menyejahterakan kedua belah pihak, penikmat dan pelaku.

“[Harapannya] supaya kulturnya lebih sehat, baik penyelenggara dan pelaku. Bisa menyejahterakan kedua pihak, pelaku seni bisa hidup dengan karya terus ditelurkan dan penyelenggara bisa menghargai dengan memberikan peluang yang sama buat semua musisi Indonesia," kata Iga.

Rabu, 04 Juli 2018

Godaan Yang Dialami Dalam Profesi Dj


Godaan Yang Dialami Dalam Profesi Dj : Wara - wiri kehidupan dunia hiburan malam di era modern saat ini bukanlah hal yang mudah. Ada banyak tantangan, godaan, serta lingkungan yang bebas, bisa mengancam diri siapa saja dan kapan saja. Karena itu, perlu ada kontrol diri yang kuat agar tak terjerumus dalam kehidupan ingar-bingar gemerlapnya hiburan malam.

Karena tak bisa dipungkiri juga, bagi sebagian orang atau masyarakat beranggapan, hiburan malam sangatlah identik dengan dunia negatif.

Namun meski begitu, salah satu dara cantik asal Bali satu ini, yaitu Ni Made Fitri Arini punya anggapan yang berbeda. Anak muda yang dikenal dengan nama beken, female DJ Arini adalah satu perempuan yang tengah menggauli profesi sebagai seorang peramu musik Elektronic Dance Music (EDM). Baginya, dunia malam tak ‘seseram’ yang orang bayangkan. Buktinya, profesi tersebut masih tetap ia geluti, meski dihadapkam dengan banyak tantangan. Terlebih dirinya sebagai female DJ pemula.

“Ya saya menggeluti dunia DJ sejak awal tahun 2017. Meski tergolong baru, saya merasa nyaman sebagai DJ. Karna ini hobi saya dan saya merasa bangga bisa menghibur banyak orang,” tuturnya saat diwawancarai koran Bali Express (Jawa Pos Group).

Perempuan kelahiran Tabanan, 18 September 1997 tersebut tidak menapik, jika kehidupan dunia malam memang sangat beresiko. Terlebih jika dilakoni oleh seorang kaum hawa. Bahkan, stigma buruk atau negatif pun akan tetap melekat pada kaum perempuan yang tampil di tengah uforia kebahagiaan suasana malam, termasuk profesi yanh ia lakoni saat ini. Namun, bagi Arini, tetap saja semua bergantung sejauh mana bisa membatasi diri. “Kalau saya pribadi cuek aja sih. Semasih saya bekerja tidak aneh-aneh saya tidak takut. Walaupun ada gosip di luar tentang saya. saya sih cuek aja dan kalau ada yang nanya tentang pekerjaan, saya jelasin. Terutama juga, saya selalu membatasi diri,” ungkapnya tegas.

Seperti dirinya yang mengakui kerap berhadapan dengan rayuan-rayuan manis para lelaki, Arini seringkali menunjukan sikap cuek atau menghindar. Dara cantik bertubuh seksi yang juga sangat menggemari musik funkot tersebut menambahkan, jika tantangan lain yang harus dihadapinya adalah haters-haters di sosial media (sosmed). Meski dirinya merasa bangga dengan perkembangan female DJ, namun masih ada banyak haters yang memberi komentar miring dan aneh tentang pekerjaan seorang DJ perempuan. Padahal, menggeluti dunia DJ ini tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Butuh keseriusan serta ketekunan untuk bisa tampil menghibur party lovers. “Disatu sisi sebenernya saya merasa senang, karena banyak yang mau mengambil peran sebagai female DJ. Tapi di satu sisi juga, saya merasa terganggu karena banyak haters yang kadang-kadang komen aneh di sosmed. Intinya ada baik dan buruk-nya lah,” tegas Arini.

Lebih dari pada itu, perempuan yang banyak belajar di Topten DJ School Bali ini mengaku bahwa profesi sebagai seorang female DJ merupakan hobi yang sangat mengasyikan. Selain bisa tampil menghibur, seorang female DJ juga bisa dikenal banyak orang dan mampu mengeksplor lebih kemampuan serta kreatifitas kita dalam bermusik. “Awal ketertarikan saya dengan dunia DJ ini sih saat mendengarkan lagu EDM di youtube dan melihat video DJ saat perfome. Ya, seru dan hobi itu yang membuat saya penasaran, hingga saya belajar. Profesi DJ bagi saya sangat menarik, karena  seorang DJ itu punya cara untuk bisa menghibur tamu,” imbuh Arini. Keseriusan jegeg asal Tabanan itu pun akhirnya membuahkan hasil yang baik. Arini yang masih berstatus murid di Topten DJ School tersebut sudah mulai sibuk dengan job manggung. Beberapa club ternama di Bali, seperti Poseidon Club, urmor, Cildout, New Star,Vi Ai Pi Club, sudah sempat ia sambangi.

“Bagi saya, seorang DJ harus punya pengalaman perfome. Karena pengalaman lah yang akan mengajarkan kita untuk menjadi lebih baik lagi. Makanya sejak awal saya mulai memberanikan diri untik bisa tampil,” tutur Perempuan yang hobi memasak ini. Menyoal seperti apa ciri khas dalam bermusik, Arini mengaku belum bisa menentukan karakternya, karena harus butuh waktu lama lagi untuk belajar dan masih meraba-raba. “kalau saya secara pribadi sih blum menemukan ciri khas saat tampil. Tapi kalau saya perform, pastinya saya anounsing, seperti aktif menyapa crowd, bergoyang dan sesekali ikut bernyanyi,” tutupnya.

Selasa, 03 Juli 2018

Mengenali Sekolah Dj


Mengenali Sekolah Dj : Pemilik Rumus DJ School, Shinta menyatakan bahwa Rumus yang dibuka sejak Juni 2006 telah meluluskan 120 orang lulusan. Maraknya club dan cafe di Jakarta merupakan peluang kerja baru bagi seorang DJ. Namun Shinta melihat bahwa sebagian muridnya ternyata juga belajar nge-DJ bukan sebagai profesi. Namun sebagai tren gaya hidup. Bagi Rumus, ini tentu peluang tersendiri. Dibuatlah kurikulum pengajaran yang lebih serius guna menjamin lulusannya benar-benar berkualitas dan eksis di kancah per DJ-an.

DJ lulusan Rumus yang rata-rata usia 18-27 tahun itu pun sebagian di antaranya sudah manggung ke sana kemari keliling Indonesia. Tidak hanya itu, beberapa di antaranya juga dapat penghargaan dalam festival atau kompetisi DJ. Sebagai sebuah sekolah DJ tentu hal itu merupakan kebanggaan tersendiri.

"Selain sekolah kami juga menyediakan agensi bagi lulusan yang benar-benar mumpuni dan berbakat. Kami siap membantu mencarikan job buat mereka," kata Shinta.

Meskipun angkanya masih 10 orang, namun lulusan DJ Rumus itu telah manggung ke berbagai kota. Di antaranya Yogyakarta, Semarang, Pontianak, Kupang, Makasar, Banjarmasin, bahkan hingga Bangka Belitung. Kebayang kan?

Baru belajar selama dua bulan kemudian langsung keliling kota untuk manggung dengan jadwal yang padat. Apalagi jika bertepatan dengan momen-momen tertentu seperti tahun baru atau momen lainnya. Shinta mengaku kewalahan memenuhi permintaan jadwal manggung DJ dari kliennya.

Selain anak-anak lulusan yang disalurkan melalui agensi. Namun bagi DJ lulusan Rumus yang tidak disalurkan agensi bukan berarti tidak ada jadwal manggung. Banyak dari mereka yang sudah manggung ke mana-mana. Sebab kebanyakan sekolah DJ memang menyediakan job training bagi siswanya. Jadi tidak hanya belajar teori dan praktek di studio. Namun juga belajar praktek menghadapi keramaian orang di klub atau diskotek (crowd). Tahap awal biasanya mereka melihat dan mengamati DJ profesional yang beraksi memutar piringan hitam untuk menghibur penggemarnya yang sedang bergeleng-geleng ria. Biaya kursus di Rumus Rp 2 juta per bulannya dan sekali kursus selama dua bulan.

"Setiap siswa di tempat kami selalu melalui tahap on the job training. Sehingga dia akan terbiasa menghadapi crowd dan tahu bagaimana cara menghibur masyarakat," paparnya.

Bagaimana agar cepat bisa nge DJ? Ternyata teori saja tidak cukup. Bagi Instruktur Rumus DJ School, DJ Asking menyatakan yang terpenting adalah sering mendengarkan dan melihat DJ profesional beraksi. Tahap pertama seorang DJ memang harus suka musik. Secara teori, kursus selama dua bulan itu sudah cukup untuk bisa nge-DJ. Namun secara praktek, dan menjadi seorang DJ yang handal maka harus banyak praktek lapangan.

"Dia harus sering ke klub untuk melihat DJ profesional bermain dan mendengarkan musiknya. Maka dia akan cepat mendapatkan insting atau feeeling sebagai seorang DJ," ujarnya.

Salah satu murid di Rumus DJ School, Adit (23) mengaku bahwa keinginannya untuk sekolah DJ didasarkan karena dia menganggapnya sebagai hobi dan bukan profesi. Adit yang merupakan sarja Teknik Informatika dari Universitas Pelita Harapan ini belum berfikir untuk menggunakan keterampilan nge-Dj nya sebagai salah satu sumber penghasilan.
"Saya seneng saja bisa menyalurkan hobi saya mendengarkan musik dan muter-muter piringan hitam itu. Itu sensasi yang menyenangkan," ujarnya.

Senin, 02 Juli 2018

Tehnik Jadi Dj Yang Handal


Tehnik Jadi Dj Yang Handal : Tugas seorang DJ selain menghibur orang yaitu Mixing sebuah lagu. Mixing yaitu mencampur sebuah lagu dari satu lagu ke lagu yang berikutnya, baik menggunakan Piringan Hitam, CD, ataupun Laptop.

Sebagai seorang DJ, kita harus dapat mengekspresikan cita rasa dalam memainkan sebuah musik. Jadi saat kita melakukan mixing, antara satu lagu dengan dengan lagu berikutnya supaya terdengar harmonis, dan tidak berantakan. Itu merupakan seni seorang Disc Jockey, yang memperlihatkan karya seninya dengan mencampur-campurkan lagu tanpa henti dan memberi daya tarik pada pengunjung  lewat lagu yang dimainkan. Untuk menguasai teknik mixing, seorang DJ harus menguasai tehnik dan keterampilan pada alat yang di mainkan karena itu sangatlah berpengaruh terhadap kemampuan Mixing seorang DJ.

Berikut ini saya akan jelaskan tehnik dasar Mixing :

1. Beat & Clap

Setiap lagu memiliki dasar pada ketukan / beat dan itu merupakan patokan untuk menyelaraskan ketukan dengan lagu yang kita mainkan. Untuk bisa mengenal ketukan setiap lagu, coba dengarkan ketukan drum pada setiap lagu itu itu sama dengan beat, Beat pada setiap lagu biasanya terdengar beda-beda dan terbagi menjadi dua yaitu Beat dan Clap. ketukan tersebut biasanya terdengar : Duk Tak Duk Tak Duk Tak atau Duk Ces Duk Ces Duk Ces.

Duk itu yang kita jadikan sebagai ketukan yang pertama biasa di sebut beat dan Tak atau Ces merupakan ketukan yang di sebut Clap

2. Speed Hunting

Speed hunting merupakan tehnik untuk menyamakan BPM (Beat Per Minute) / ketukan lagu yang akan dimainkan setelahnya. BPM merupakan jumlah beat atau ketukan dalam satu menit dan ini sebuah standar ukuran kecepatan dalam sebuah lagu. Sebenarnya ada alat yang khusus digunakan untuk menghitung BMP yaitu Vestax BMP Counter. Namun alat tersebut jarang di gunakan oleh seorang DJ. Cara menghitung BMP yaitu dengan cara menghitung beat atau ketukan selama 30 detik, lalu hasilnya di kali dua, maka terdapat BMP pada lagu tersebut.

Cara melakukan speed hunting yaitu dengan menggeserkan atau dengan menarik pich control pada turntabel atau CDJ supaya ketukan kedua lagu tersebut sama atau selaras. Biasanya untuk mempercepat tempo pich yang ada pada turntabel diturunkan kebawah. Sedangkan jika ingin memperlambat tempo kita dapat menaikan pitch pada turntabel, jadi apabila perbedaan tempo lagu terlalu jauh maka tidak bisa di samakan.

3. Menghitung Menggunakan Bar Mix

Setelah kita mempelajari beat & clap dan speed hunting, maka taksulit untuk melakukan Beat Mixing. Beat Mixing merupakan tehnik menggabungkan kedua musik yang sedang di mainkan dan akan dimainkan.

Supaya musik yang selanjutnya dimainkan terdengar halus dan harmonis maka kita harus mempelajari teknik Beat mixing, maka  mulailah pada beat awal ketika lagu yang sedang dimainkan terdengar beat atau duknya juga. Kita harus bisa mencari celah untuk melepaskan beat awal, pada lagu celah yang paling cocok biasanya pada saat irama musiknya saja yang terdengar itulah saat yang tepat untuk melepas beat awal. Biasanya sebuah lagu mempunyai intro maupun outro yang bisa di jadikan sebagai celah untuk memulai / melepas beat awal atau mengakhiri sebuah lagu.